Minggu, 03 November 2013

TABLIGH AKBAR dan SANTUNAN

Menyambut TAHUN BARU ISLAM 1 Muharram 1435 H
dengan RASA SYUKUR . . .
Dilaksanakan pada : Hari MINGGU, 17 November 2013
Pukul : 08.00 s/d selesai di YAPINA Mangun Jaya
Penceramah :

1. Ust. H. Ahmad Zacky Mirza
2. Prof. Dr. KH. Manarul Hidayah, MA

Informasi : Tlp. 021-98197252, 08128422381, 091398489892,
Jln. Pendidikan No. 50 Mangunjaya Tambun Selatan Bekasi


Dalam keseharian, kadang atau bahkan sering kali kita lupa untuk bersyukur, kita kadang kufur atas segala Nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Pernahkah kita menghitung berapa banyak nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita? Jikalau kita hitung, pastinya kita tak akan akan pernah sanggup untuk menghitungnya. Karena begitu banyaknya nikmat yang telah Ia berikan kepada kita (dari yang kita anggap hal kecil sekalipun) seperti bernafas dan sehat hingga (yang kita anggap besar) seperti harta dan jabatan. Tetapi mengapa kita masih sering lupa atau bahkan tidak mensyukuri nikmat-nikmat tersebut?

Saya atau mungkin juga anda, yang termasuk salah satu hamba yang kufur nikmat. Begitu cueknya kita terhadap nikmat yang ia beri. sekalipun nikmat itu besar, kita tetap biasa-biasa saja menerimanya. Bahkan terkadang kita terbuai akan nikmat itu, sehingga kita lupa untuk bersyukur. Namun ketika nikmat itu di cabut, kitapun bagaikan layangan yang limbung di langit, bingun, sedih, hampa. Namun begitulah cara Allah untuk menunjukkan kasih sayang-Nya kepada umatnya. Walau kadang kasih sayang dan perhatian dari Allah tersebut di implementasikan dengan cara yang tidak sesuai dengan harapan kita, seperti memberikan kita berbagai cobaan. Cara yang sebenarnya bisa membuat kita semakin kuat, bijaksana dan lebih dewasa dalam mengarungi hidup ini jika dilihat dari sisi positif.

Nikmat yang diberikan oleh Allah erat kaitannya dengan cara kita memandangnya. Kita sering menerjemahkan nikmat itu sebagai suatu bentuk anugerah. Padahal tahu kah kita? Bahwa nikmat itu bisa jadi cobaan. Layaknya bumerang, ia bisa menjadi senjata makan tuan jika kita tidak sigap meraihnya dengan baik. Nikmat itu akan menjadi cobaan yang sangat berat. Ketika kita mendapatkan harta yang melimpah, harta tersebut malah kita gunakan untuk hal-hal yang menjauhkan diri kita dari Yang Maha Pemberi nikmat (Na’udzubillahi min dzalik). Ketika kita diberikan paras yang cantik, tetapi kita tidak menjaganya atau malah mengumbarnya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Sadarlah, begitu mudah bagi Allah untuk mencabut setiap nikmat yang telah Ia berikan kepada kita, saya dan anda. Semudah membalikkan telapak tangan, cepat dan tepat. Lalu bagaimana cara kita menjaga nikmat tersebut? Allah sebenarnya telah memberikan jawaban, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS 14 : 7)

Ada banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Secara garis besar, mensyukuri nikmat ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Syukur dengan Hati.

Ini dilakukan dengan mengakui sepenuh hati apa pun Nikmat yang diperoleh, bukan hanya karena kepintaran, keahlian, dan kerja keras kita, tetapi karena anugerah dan pemberian Allah, Yang Maha Kuasa. Keyakinan ini membuat seseorang tidak merasa keberatan betapa pun kecil dan sedikit Nikmat Allah yang diperolehnya.

2. Syukur dengan Lisan.

Mengakui dengan ucapan bahwa semua Nikmat berasal dari Allah. Pengakuan ini diikuti dengan memuji Allah melalui ucapan Alhamdulillah. Ucapan ini merupakan pengakuan bahwa yang paling ber-Hak menerima pujian adalah Allah.

3. Syukur dengan Perbuatan.

Hal ini dengan menggunakan Nikmat Allah pada jalan dan perbuatan yang diridhoi-Nya, yaitu dengan menjalankan syariat dan mentaati semua Aturan Allah dalam segala aspek kehidupan

Sikap Syukur perlu menjadi kepribadian kita, karena sikap ini mengingatkan untuk berterima kasih kepada pemberi Nikmat (Allah) dan perantara Nikmat yang diperolehnya (Manusia). Dengan ber-Syukur, ia akan rela dan puas atas Nikmat Allah yang diperolehnya, dengan tetap meningkatkan usaha guna mendapat Nikmat yang lebih baik.

Selain daripada itu, ber-Syukur atas Nikmat yang diberikan

Allah merupakan salah satu kewajiban kita sebagai seseorang yang ber-Iman. Seorang Hamba yang tidak pernah bersyukur kepada Allah (atau Kufur Nikmat), adalah termasuk golongan orang-orang sombong yang pantas mendapat Adzab Allah.

sumber: media tabligh dan ceramah agama Islam




















Kegiatan Keagamaan

Tabligh Akbar & Dzikir 2013

Dalam rangka menyambut TAHUN BARU ISLAM 1 Muharram 1435 H tepatnya jatuh pada hari SELASA, 05 November 2013
Pengurus DKM Masjid Jami' Al-Munawwaroh Perumahan Graha Prima menyelenggarakan acara Tabligh Akbat & Dzikir bersama KH. Muhammad Arifin Ilham,
adapun acara dilaksanakan pada :
Hari SABTU, 02 November 2013 Pukul 08.30 WIB s/d selesai
di halaman Masjid Jami' Al-Munwarroh Perumahan Graha Prima
UNDANGAN untuk umum, dan informasi ini sebagai undangan resmi oleh Pengurus DKM & Panitia Pelaksana.